Gadis di Kuburan by Usman Awang

Gadis di Kuburan

Nisan condong tegak bertaburan
Gadis menangis kehibaan
Tidak ada padang perjuangan
Pahlawan gugur tergelimpang

Lari gadis menyembam ke tanah
Diiringi sedu menggoncang bahu
Tenang pahlawan dipeluk bumi
Senyum terakhir tenang tersembunyi

Kenangan lama bermain di hati-
Pelukan dan kucupan kasih
Tidak ada garisan tepi-
Kata dipadu, janji dikunci.

‘Sungguhkah dinda?’ tanya pemuda
‘Benar, kanda,’ sahutnya manja
Ke jinjang pelamin setahun lagi
Hilir berbiduk ke laut hidup

Datanglah lamaran ke ayah bunda,
Penuh khidmat junjung berduli
Tapi pemuda emas sesaga
Tertolaklah lamaran, terurailah janji

Matahari bersembunyi di balik awan
Pulanglah orang membawa usungan
Air di kendi kekeringan
Terkejut gadis dari menungan

Melangkah gadis menahan denyutan
Pandangan terakhir terlempar ke nisan
Setangkai kemboja gugur perlahan
Merangkak senja menutup pandangan.

~ Usman Awang (1929 – 2001)

Not his best work but I was a sentimental teenager. Hell, I’m sentimental now.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s